Halo apa kabarnya Gen-Z di mana pun kamu berada. Daripada bingung mau ngapain, coba deh baca sampai tuntas artikel ini ya, karena saya akan menyampaikan materi spesial bagi kamu para generasi muda, khususnya Gen-Z.
Gen-Z merupakan sebutan bagi generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012, dikenal sebagai generasi yang tumbuh di era digital dan akrab dengan teknologi, internet dan media sosial.
Lalu, kenapa Gen-Z harus baca artikel ini? Melalui artikel ini, kamu akan mendapatkan tips-tips bagaimana meningkatkan soft skill, sehingga kamu memiliki value lebih tinggi dibandingkan kompetitor lainnya, agar nantinya mampu bersaing secara global.
Apalagi saat ini kita sudah berada di era persaingan global, di mana setiap perusahaan saling bersaing untuk meningkatkan penjualan. Salah satu strategi penting perusahaan untuk menghadapi persaingan global adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.
Nah, inilah salah satu alasan mengapa sangat penting bagi kamu , khususnya para remaja untuk terus upgrade diri. Agar kamu bisa naik level dan menjadi salah satu SDM berkualitas yang dimaksud.
Bayangkan jika kamu tidak memiliki skill apa-apa atau skill kamu hanya itu-itu saja, besar kemungkinan kamu akan ketinggalan jauh dan tidak mampu bersaing di dunia kerja.
Ikutan Webinar dari Sinotif dengan Tema Upgrade Soft Skill Bagi Gen Z
Pada suatu kesempatan, saya diundang untuk mengikuti webinar yang diselenggarakan oleh Sinotif, sebuah lembaga bimbingan belajar online yang telah berdiri sejak tahun 2000 silam.
Saya pribadi sudah beberapa kali mengikuti webinar dari Sinotif ini. Beberapa di antaranya memang relevan dengan permasalahan yang saya hadapi. Termasuk tema kali ini yang mengangkat issue seputar Gen-Z untuk meningkatkan soft skill.
Kebetulan anak pertama saya usianya saat ini sudah 15 tahun. Berarti anak Gen-Z nih, hehehe.. Makanya tema yang disampaikan sangat relevan bagi saya pribadi.
Hadir sebagai pembicara kali ini adalah Mba Novitania, yang merupakan seorang dosen sekaligus kreator konten. Meski webinar hanya berlangsung selama satu jam, tetapi materi yang disampaikan sangat memberikan pencerahan dan wawasan baru bagi saya dan juga peserta lainnya.
Empat Strategi Peningkatan Soft Skill bagi Gen-Z
Seperti yang disampaikan Mba Novitania, bahwasanya saat ini dunia kerja sudah mengalami banyak perubahan. Mungkin awalnya dunia kerja itu hanya pergi ke kantor, duduk mengerjakan task dari bos, lalu pulang lagi ke rumah.
Di era serba digital ini, beberapa pekerjaan tertentu yang berbasis digital, ternyata bisa dilakukan dari jarak jauh alias remote. Kamu bisa menyelesaikan tugas hanya bermodalkan laptop, internet dan pastinya skill dong, iya kan?!
Lantas, bagaimana skill yang kamu miliki ini bisa membantu kamu naik level? Yuk simak apa saja tips-tipsnya berikut ini :
1. Komunikasi dan leadership (kepemimpinan)
Ada satu kelemahan yang dimiliki oleh Gen-Z, yakni sering dianggap kurang komunikatif. Hal ini lantaran mereka lebih sering berkomunikasi melalui dunia maya dan internet, jarang berkomunikasi secara langsung dengan orang lain. Jangan ya dek ya.
Di era globalisasi dan digitalisasi, komunikasi dan jiwa kepemimpinan yang baik, sangat diperlukan untuk bekerja sama, berinovasi dan berkembang di dalam berbagai bidang.
Kemampuan ini juga akan membantumu untuk mendapatkan lebih banyak relasi, baik secara profesional maupun sosial.
Bagaimana cara mengasah kemampuan komunikasi dan kepemimpinan?
- Terus latih keberanian untuk berbicara
- Ajarkan tanggung jawab
- Berikan kesempatan untuk memimpin
- Kembangkan empati dan kolaborasi
2. Kreativitas dan digital skills
Poin kedua yang tidak kalah pentingnya adalah tingkatkan kreativitas dan digital skills. Hal ini bukan tanpa alasan, pasalnya dunia kerja saat ini menuntut inovasi dan kemampuan berpikir kreatif.
Selain itu teknologi berkembang dengan pesat saat ini, sehingga siapapun yang tidak menguasainya akan tertinggal. Ada begitu banyak pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi, mulai dari desain grafis, AI, coding hingga pemasaran digital.
Langkah-langkah untuk meningkatkan kreativitas dan digital skills :
- Dorong anak untuk bereksplorasi dengan teknologi
- Biasakan berpikir "Out of the Box"
- Gunakan internet dan media sosial secara positif
3. Entrepreneurship & future careers
Tips meningkatkan skill Gen-Z yang selanjutnya adalah fokus pada entrepreneurship dan karier di masa depan. Apalagi dunia kerja semakin berkembang, tidak hanya terbatas pada profesi konvensional saja.
Para Gen-Z pun memiliki banyak pilihan untuk mengembangkan karier di masa depan, di antaranya :
- Industri kreatif : kreator konten, desain grafis dan game developer
- Teknologi : data analyst, software engineer dan AI specialist
- Pekerjaan berbasis website : coding, web developer dan web designer
- Kewirausahaan : memulai bisnis sendiri berbasis digital
- Pekerjaan berbasis remote : freelancer, digital marketer dan konsultan online
4. Pengembangan karakter dan mental health
Untuk menghadapi situasi dan kondisi di era serba cepat ini, biasanya tekanan mental pada anak dan remaja semakin besar. Maka dari itu, penting bagi para orang tua mengajarkan mereka untuk menjaga keseimbangan emosional.
Berikut tips-tips yang bisa kamu lakukan :
- Ajarkan self awareness dan self care
- Bantu anak mengelola stres
- Ciptakan lingkungan yang kondusif
- Kurangi tekanan akademik yang berlebihan
Tingkatkan Prestasi Anak Bersama Sinotif
Proses belajar di pendidikan formal saja tidak cukup. Bantu anak untuk meningkatkan kemampuan akademik dengan mengikuti les online tambahan di Sinotif.
Sinotif merupakan lembaga bimbingan belajar (bimbel) yang fokus pada pelajaran eksakta, yaitu matematika, fisika dan kimia. Sinotif telah berdiri sejak tahun 2000 oleh Hindra Gunawan dan Anthonyus Kuswanto. Ini berarti Sinotif sudah ada lebih dari 20 tahun.
Sinotif memberikan bimbel matematika untuk siswa SD, SMP dan SMA. Sinotif menggunakan metode belajar interaktif yang membantu siswa memahami pelajaran, mempersiapkan ulangan harian dan kenaikan kelas. Sinotif juga menyediakan program khusus untuk persiapan masuk PTN.
Berikut ini adalah beberapa keunggulan Sinotif :
- Memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun
- Menggunakan SINOTIF Learning Method
- Membantu siswa memahami materi pelajaran
- Membantu siswa berprestasi di sekolah
- Memiliki pedoman dan panduan belajar
- Metode belajar yang lahir dari pengalaman proses belajar mengajar
Konklusi
Nah demikian strategi untuk meningkatkan soft skill bagi para Gen-Z. Pengembangan soft skill sejak usia dini merupakan salah satu investasi penting bagi anak di masa depan.
Dengan komunikasi yang baik, kreativitas yang tinggi, memahami karier di masa depan serta keseimbangan mental health yang kuat, akan membuat Gen-Z siap menghadapi tantangan global.
Last but not least, jadilah generasi muda yang kreatif dan inovatif serta punya skill mumpuni. Tunjukkan pada dunia bahwa kamu sanggup menghadapi tantangan global dengan baik. Jangan sampai punya skill pas-pasan di dunia kerja, bahkan hingga banyak Gen-Z yang dipecat perusahaan.
Semoga bermanfaat.
upgrade soft skill bagi gen-Z ini penting banget dilakukan, mengingat perkembangan dunia kerja juga semakin meningkat. dan sepertinya bimbel di sinotif jadi recommended untuk anak-anak
BalasHapusBaik soft skill maupun hard skill memang penting banget untuk menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan out of the box. Naaaah, untuk menambah kecerdasan, bisa mengikuti bimbingan belajar dari Sinotif
HapusGen Z sering kali dianggap generasi lemah dan tak tahan banting. Sepertinya stigma itu harus dihapus oleh teman-teman Gen Z, salah satunya bisa dengan meng-up grade soft skill di Sinotif agar daya saing dari Gen Z dapat diperhitungkan dan tdak dipandang sebelah mata
BalasHapusEntah gimana bisa stigma itu melekat pada Gen-Z ya. Tapi memang betul harus upgrade soft skill, biar meningkatkan value, agar bisa bersaing dengan yang lainnya
HapusKalo lihat medsos ketika membandingkan milenial dengan gen Z, entah kenapa gen Z ini kok ya sesuatu ya dalam bekerja sehingga peluang buat bertahan lama dalam pekerjaan kayak susah banget.
BalasHapusUpgrade skill udah harus banget deh sama upgrade mindset
Enggak tau deh, kenapa terlahir seperti itu. Seringkali dianggap lemah, meski nggak semuanya seperti itu. Namun sangat identik. Makanya perlu banget untuk upgrade soft skill, biar meningkatkan value.
HapusEmpat soft skill ini ternyata jg perlu kita kuasai sebagai milenial. Jd nanti kita jg bs ajarkan dan tularkan ke anak2 kita yg rata2 emg gen Z dan gen Alpha.
BalasHapusTentu tantangan setiap zaman akan berbeda. Namun dgn menguasai minimal 4 soft skill ini, peluang kita akan bertahan mengarungi kerasnya dunia kerja dan kehidupan akan smkn mudah.
Iya betul, para orang tua juga sebaiknya memiliki ke-4 soft skill tersebut, sehingga bisa lebih mudah untuk mengajarkan kepada anak-anak mereka yang notabene adalah para generasi muda khususnya Gen-Z. Mantap
HapusSinotif ini selalu mengangkat tema-tema yang hangat di tengah perkembangan bimbingan belajar. Sehingga bagi orangtua dan siswa akan mendapatkan insight yang bagus sekali terkait perkembangan kehidupan masa kini yang dibutuhkan.
BalasHapusNaaaah ini poinnya. Sinotif memang sengaja mengangkat issue atau tema yang sangat relevan dengan kebutuhan saat ini. Jadi, biar para orang tua ataupun putra putrinya bisa dengan mudah menjadi pribadi yang smart
HapusKadang iri sama Gen Z yang kalau mau upgrade skill tuh bisa semudah ini dengan mengikuti webinar di Sinotif. Bisa belajar dari mana aja. Zamannya dulu kan kalau mau belajar mesti kursus yang harus pulang pergi naik angkot, effort banget deh. Terus bingung lagi belajarnya mau kayak gimana 😂
BalasHapusPantesan generasi sebelum Gen-Z itu kuat-kuat, untuk les belajar tambahan aja mesti effort dulu, baru bisa dapat ilmunya. Belum lagi kalo pas lagi hujan , les privat tetap mesti dilakuin. Lah sekarang apa-apa serba online, bimbel pun cuma bisa dari rumah aja, hehehe.... Pantesan Gen-Z sering dianggap lemah. Tau kan apa alasannya, hehehehe...
HapusEmang sih. Kalau kuperhatikan gen z tuh agak kurang di komunikasi. Lha gimana? Mereka terlalu sering komunikasi via online.
BalasHapusLah iya setiap saat ngadepin internet dan medsos terus kann. Jadinya jarang bersosialisasi
HapusSebagai mamak dari anak Gen Z rada takut juga dan cemas gimana anak-anak akan menghadapi tantangan zaman. Apalagi situasi politik gonjang ganjing begini.
BalasHapusNaaaah ya kan, pasti ada rasa khawatir bagi para orang tua. Apalagi di tengah ketidakpastian seperti sekarang ini, upgrade soft skill dan hard skill adalah sebuah kewajiban
HapusSoftkill adalah kemampuan sangat penting untuk dimiliki para Gen Z saat ini . Perkembangan teknologi yang terus meningkat ke arah yang lebih modern memang mau tak mau kemampuan softkill harus dikuasai. Untung ada sinotif yang mendukung peningkatan kemampuan softkill ini yaa. keren sinotif ini.
BalasHapusZaman modern digital setiap orang mesti upgrade diri, agar mampu bersaing secara global. Wabil khusus para generasi muda, seperti Gen-Z
HapusHabis ini mau saya forward ke sulungku nih, dia masuk Gen Z juga umuran 20 awal. Biar lebih semangat lagi untuk mengembangkan diri sesuai passionnya agar nantinya bisa lebih bersaing dalam dunia kerja.
BalasHapusGood job 👍👏👏
Hapus